Di tengah malam ini, rasanya ingin sedikit curhat mengenai beberapa cerita pengerjaan tugas akhir yang diberikan oleh dosen - dosen kami yang tercinta
Minggu lalu, hari senin dan selasa, kelompok reportase saya mengunjungi indahnya hiruk pikuknya Jalan Braga. Kami mendapat tugas untuk mencari tahu seperti apa Jalan Braga tempo doeloe, cerita apa saja yang dimilikinya, dengan menggunakan 4 teknik trail, people trail, paper trail, networking, internet. Kami memulai dengan people trail. Hari pertama kami cukup mendapatkan beberapa hal yang unik. Seorang veteran juang yang kini berkeliling dengan MENDORONG, bukan mengendarai, becaknya yang dihias sedemikian rupa. Demi mencari nafkah yang tidak didapatkannya di kehidupan pensiunannya. (fotonya akan saya upload jika sudah diupload si tje tje Hannie)
Lalu hari kedua, sesuai dengan informasi, kami menuju Rumah Makan Sumber Hidangan, namun ketika ingin diajak 'ngobrol', para pekerjanya menolak, bahkan kasirnya dengan dingin berkata 'disini tidak ada wawancara, silahkan jika ingin memotret, tapi jangan memotret para pekerja', hal yang cukup aneh memang, lalu kami dengan santai membawa diri dan bertanya secara natural. SAYANGNYA!! (ala syi*et) Bapak kasir tersebut rasanya sudah biasa menghadapi wartawan dan terus berkata, 'disini tidak ada wawancara'.
Rumah makan yang juga memproduksi Roti tawar, Sus yang terkenal, dan berbagai macam camilan ringan lainnya ini memang menarik.
Gaya Belanda yang masih terjaga sejak tahun 1929 (kalau tidak salah, nanti saya cek di catatan), serta wangi adonan yang baru saja matang seringkali melayang layang. Akhirnya saya dan tje tje Hannie tidak tahan dan memutuskan untuk membeli roti tawarnya, tje tje Hannie juga melengkapinya dengan membeli 3 buah sus, yang ujung"nya dibagi buat saya sama Omo. :D
Tje Tje Hannie
Hafis yang jajan di tengah jalan =_=
gonna upload another photo SOOON!
Lalu hari ini saya berusaha membuat sedikit progres untuk tugas wawancara. Saya bersama Cinta, Ijul, Bayu, dan Dafi, pergi menuju DPRD DKI JAKARTA untuk mencari narasumber seorang anggota dewan yang berjenis kelamin perempuan. Tanpa modal kontak apapun, kami pergi menuju kantor DPRD DKI JAKARTA, dan menemui Humasnya.
Dunia memang tidak selebar yang seringkali digambarkan, Humas DPRD DKI, Bapak Zulkarnaen menyatakan bahwa dia adalah senior 20 tahun di atas kami, jurusan Publisistik, akhirnya cairlah langsung suasana. Pak Jul dengan santai dan menyenangkannya mengajak kami untuk mengeluarkan keperluan dan kesulitan-kesulitan yang kami alami, berharap dia dapat membantu. Pak Jul memberikan beberapa nomor kontak yang bisa kami hubungi, dengan mudahnya.
Bersama Pak Jul
Kami pun girang karena akhirnya ada secuil kemajuan dalam tugas ini, doakan kami semoga para calon narasumber tersebut bersedia dan segera mambalas sms kami! (AAAAAAAAAAMIIIIIIIIN! :D)
TUGAS = SENANG SENANG!









Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Please be kind and respectful.