Saya juga pernah sekali, saya tekankan lagi, SEKALI, menang kuis di twitter dari gramedia yang lagi promo film 3G Gading Gading Ganesha, saya dapat sebuah novel, ya novel 3G itu, dengan cara mesti ngetweet kalimat-kalimat tentang persahabatan dan cinta, 2 hal yang memang tema utama dari film tersebut, masih inget sekilas sekilas apa yang saya tweet, kalau benar, kira-kira begini
"Jika seseorang sudah menyatakan diri sebagai sahabatmu, itu berarti dia telah menandatangani kontrak untuk selalu bersamamu disaat dunia membencimu." -Uswatun KhasanahKira-kira begitulah, meskipun sampai sekarang saya tidak yakin apakah kata-kata itu ada benarnya atau ada salahnya, pokoknya saya dapatkan itu novel, menurut saya itu juga mungkin karena kebetulan admin twitternya lagi online disaat saya post itu tweet yang tadi, saya juga merasa ada kemungkinan menang ketika tweet saya itu di retweet sama yang menjabat admin di akun official twitter film 3G itu.
Itulah segelintir kisah-kisah saya yang diklaim oleh beberapa teman saya sebagai kejadian hoki.
Padahal perbandingan jumlah kuis yang saya ikuti dengan yang saya menangkan itu masih jauh dengan kata hoki, apalagi bagi anda yang telah membaca novel pribumi berjudul "Love In Prague", adiknya si pemeran utama dalam komik "My Sweet Kaichou", dan hal-hal sejenis lainnya yang di dalamnya ada cerita mengenai bagaimana seseorang dapat begitu beruntung dalam mengikuti kuis-kuis yang diadakan oleh berbagai macam pihak.
Tapi kali ini lain, inilah kali pertama saya merasakan momen-momen dimana memenangkan kuis adalah sesuatu yang lebih dari sekedar deskripsi kata WOW. Hal seperti ini kini dapat saya masukkan ke dalam list unspeakable moment dalam hidup saya, terima kasih kepada ALLAH S.W.T yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk merasakan momen momen seperti ini. Tak diduga tak disangka, kali ini saya tidak akan jengkel kepada siapapun yang mau mengatakan bahwa saya hoki, bahkan kepada Ocy dan Uli yang bilang bahwa saya ngeselin karena menang kuis terus (mereka bercanda, tapi saya tetap bingung dengan kata terus disitu), juga pada Nindya yang bilang kalau hoki saya mendarah daging (saya cukup kaget, sepertinya Nindya cukup intim dengan keluarga saya, sampai sampai dia bisa tahu kalau mungkin leluhur saya juga orang-orang yang hoki).
Semua dimulai tanggal 2 Juni 2011 lalu, ketika saya baru saja terbangun dan ingt bahwa saya masih punya hutang tugas ngelayout majalah kelompok Manajemen Media saya, yang sama sekali belum saya sentuh selain karena belum tahu apa yang harus saya kerjakan, dan belum ada waktu, karena semenjak pulang dari Batu Karas (YAY!! AKHIRNYA MALAM KEAKRABAN JURUSAN SAYA BERES JUGA!!!!!!!) saya langsung disuguhi murid murid baru lulus SMP yang minta dijepretin buat buku tahunannya, bersama Regenboog tercinta, tim EO buku tahunan yang ada saya di dalamnya. Saya akhirnya mengaktifkan lagi mailbox di HP saya (yang sempat dihapus demi mempertahankan pulsa yang terus disedot), dan tiba tiba terdengar bunyi trangtringtrangtring tanda email baru yang terus menerus masuk, saya melihat email paling atas yang bentuknya seperti ini
lalu saya mendapatkan email tersebut berisi tulisan seperti ini
Langsung saja bulu kuduk saya berdisco ria, saya dugeun dugeun, segera saya klik link itu, namun koneksi handphone saya sedang cukup tidak bersahabat, berteriaklah saya memanggil kakak saya yang kedua, meminjam smartphonenya dan membuka link tersebut, nama saya berada pada urutan ketiga, percaya atau tidak, 3 adalah angka favorit saya karena itu adalah tanggal ulang tahun saya.
Saya memenangkan sebuah tiket dari permainan Guess Who SUJU yang terbilang cukup mudah, bahkan sekilas saya berpikir apakah ini benar benar suatu kuis? Cukup menebak 3 orang dari 10 personil SJ yang berada di poster official BONAMANA, yang saya rasa, semua penggemar seharusnya wajib tahu, ditambah dengan Essay 500 kata kalau tidak salah tentang kenapa saya mau KIMCHI. Saya memang nsabah Mandiri sejak 2 tahun yang lalu, begitu saya tahu bahwa nasabah akan mendapatkan keuntungan, saya benar-benar tidak menyangka dibukanya rekening saya 2 tahun lalu dapat memberikan saya kesempatan yang begitu aneh menggembirakan ini.
Itu adalah H-2 yang seharusnya saya sudah membuat kesepakatan dengan seorang wanita baik hati berinisial D untuk menjual satu buah tiket Tribun 2 KIMCHI 2011 kepada saya, namun dengan tidak tahu dirinya saya terpaksa membatalkan deal tersebut, dia memang marah dan saya tidak pernah merasa bahwa dia salah, dia berhak untuk marah, maafkan saya D. Sebelumnya saya pernah mengatakan kepadanya bahwa 99% saya akan membeli tiket tersebut, namun Tuhan memposisikan diri saya dalam kondisi 1% yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya, bahkan melintas pun sepertinya tidak pernah bahwa saya akan memenangkan 1 buah tiket V.I.P. KIMCHI 2011 yang menurut saya harganya tidak masuk di akal pikiran waras manusia, yang tidak pernah terbayangkan bahwa saya akan duduk di tempat yang harganya seringkali saya cibiri. Saya dan teman saya, ELFs yang paling saya sayang di seluruh dunia bernama Erna Istiqomah, yang membantu saya mencarikan tiket dari D itu dimana mana, benar benar merasa bersalah kepada D, kami berusah mencarikan orang yang mau membeli tiket tersebut, dapat! Namun sepertinya D sudah tidak percaya lagi pada kami, konsekuensi harus diterima, semoga Tuhan memaafkan saya yang telah menyianyiakan usaha Isti juga kepercayaan D, maaf.
Akhirnya hari ini tiba, hari dimana Mandiri menjanjikannya sebagai hari serah terima hadiah tiket tersebut. Saya yang tadinya sudah siap berangkat sendiri tiba-tiba diberikan teman jalan bernama Erna Istiqomah, Isti baru saja pulang dari Semanggi untuk pengambilan tiketnya, ketika dia sampai di rumah saya, satu tiket miliknya sudah bertengger manis di dalam tas kecilnya. Kebodohan mulai terjadi bagai ombak menerpa tepi pantai, satu per satu namun terus menerus. Dua jam sebelum waktu yang dijanjikan, saya sudah siap berangkat, saya mengecek dompet dan disadarkan bahwa kartu identitas saya yang nomornya saya masukkan ke dalam formulir tersebut ketinggalan di kosan saya, di kota Jatinangor, yang membutuhkan waktu tempuh sekitar 3 jam lamanya untuk sekali jalan. Alangkah tidak pintarnya saya, maaf sebesar besarnya kepada Isti yang harusnya sudah sangat kesal dengan ketololan saya, juga kepada Atifa dan Intan, teman satu kosan saya yang rela direpotkan. Akhirnya saya tetap percaya diri bahwa hal tersebut tidak akan menjadi masalah karena saya memiliki kartu identitas lainnya, juga bukti email pemberitahuannya, saya pun memutuskan berangkat naik motor karena saya punya SIM, sayang kan kalau tidak dipergunakan? Ketika saya baru ingin menginjakkan kotak ubin pertama di luar kamar saya, saya sadar bahwa motor keluarga saya kini hanya tersisa 1 unit, dan itu sedang digunakan oleh ayah saya ke Tanah Abang, mengantar barang. Oke, itu adalah kebodohan kedua. Taksi tarif bawah pun menjadi pilihan saya si pemalas ini, kami pun sampai di Wisma Mandiri Kebon Sirih dengan waktu sekitar setengah jam saja, dan tarif yang benar-benar terjangkau. Pertama kalinya saya mengirim sebuah MMS, dimana saya penasaran apakah telepon seluler saya bisa ber MMS ria, akhirnya saya mencobanya dengan Isti. Jakarta seperti bukan Jakarta sore tadi, jalanan benar benar indah dipandang mata.
Isti menghadiahi saya foto kyuhyun yang tidak terdownload sempurna tapi saya tetap suka <3
Untuk informasi anda saja, satu jam sebelum janjian bukanlah waktu yang terlalu pagi untuk para penggemar sejati, ketika saya datang, sudah ada sekitar belasan orang yang sudah duduk manis di ruang tunggu, Ah iya, saya berkenalan dengan salah satunya, namanya Tara dan beberapa ELFs lainnya. Awalnya kami disuruh menunggu hingga waktu yang ditentukan, namun tak lama, kami dipersilahkan untuk masuk ke dalam ruangan tempat akan terjadinya hal yang aneh menyenangkan itu, pembagian tiket. Kata aneh dipilih untuk menggambarkan bahwa hal tersebut terlalu tak terduga.
Benar saja, tidak membawa KTP tidak membuat saya batal mendapatkan kesempatan saya itu, setelah penjelasan yang cukup singkat namun padat, tiket tetap diletakkan di depan saya dengan indah dan berkilau kilaunya.
Saya pegang-pegang pasti, lihat-lihat, tangok sana tengok sini, mendengarkan mereka yang bercanda dan melihat kedatangan para pemenang lainnya yang memasuki ruangan dengan acak, berbagai penjelasan bagaimana panitia membaca satu persatu jawaban dan essay kita dari puluhribuan peserta. Saya masukkan tiket tersebut ke dalam agenda saya hanya selama beberapa menit karena ternyata akan ada foto bersama dengan memegang tiket tersebut. Isti sudah mulai kedinginan rasanya menunggu kami yang tak kunjung keluar, akhirnya kami pun keluar dan berjajar dalam posisi yang jujur saja cukup aneh, namun tetap berfoto. Saya dan Isti juga berfoto ria di dalam lift dan di lobby dengan tanda pengenal serta tiket yang sudah di tangan itu.
Keasyikan dengan tarif murah, diputuskan bahwa kami akan pulang dengan taksi juga, setelah berbincang santai dengan Tara, janjaian untuk ketemuan besok, saya dan Isti menyeberang jalan, melihat kiri kanan dan menunggu kedatangan si tarif bawah itu. Di dalam kendaraan beroda empat yang berhasil kami hentikan itu, Isti mencelotehkan isi hatinya yang bilang kalau dia mau karaokean, tentu saja saya sambut dengan gembira, mulut rasanya sudah gatal ingin menyanyikan lagu-lagu pop modern dari Korea Selatan itu. Awalnya kami berpikir untuk pergi ke daerah Kelapa Gading, namun saya menyadari bahwa ada tempat yang lebih mudah dicapai, Plasa Atrium. Kami pun menjelajahi Atrium untuk menemukan tempat karaoke yang memang sekarang listnya sudah dipenuhi oleh lagu-lagu KPop setelah boomingnya KPop di negara ini =_=
Pertama kalinya saya berkaraoke dengan list yang semuanya, saya ulangi, SEMUANYA, adalah lagu KPop. Biasanya, untuk menyelipkan satu dua lagu KPop saja di antara karaoke ria dengan teman-teman saya, susahnya bukan kepalang. Tak disangka sangka, harga yang harus kami bayar cukup tidak merakyat, namun kami sudah sampai dan tinggal masuk ke ruangannya saja. Isti sudah tak sabar ingin bernyanyi, latihan untuk besok katanya. Saya senang senang senang meskipun kami selalu mempercepat durasi setiap lagu demi bertengkar dengan sisa waktu yang terus saja berkurang d layar televisi. Selesai berteriak teriak, kami makan dan porsi yang diberikan sama tempat makannya menggambarkan suatu keberlebihan dan keterlaluan, ya kan ti? Isti berjuang keras menghabiskan nasi bagiannya.
Saya selewat bermain mesin cakar, yang selalu lemah itu, cakar yang letoy tidak bisa mengangkat boneka yang jelas jelas sudah di cengkramnya. kesal juga dengan mekanisme pembodohan yang membuat ketergantungan itu. Tapi terobati dengan fire floss bread talk favorit yang creamy dan luar biasa itu.
Perjalanan hari ini ditutup dengan sedikit ketololan Isti dan saya yang bolak balik Jalan Raya yang besar itu, yang di seberang Grand Theatre Senen, percis di depan jalur masuk menuju underpass, kami bolak balik mengejar taksi taksi yang berada di posisi tidak strategis, seperti adegan bodoh di drama komedi India, sayangnya tidak ada bagian romantisnya, hanya bagian bodohnya.
Malam ini tiba-tiba saya diserang sakit kepala lagi, ketika saya tidak sadar telah memutuskan untuk jajan bubble Mba Era yang terkenal sedaerah rumah saya.
Saya : Mah, pala ogut sakit nih, kasih obat dong.
Mama : Kamu mau kemana? Beli Es?
Saya : Eh iya, ogut ga ngeh.
Mba Iis : Jadi gimana? Gak jadi nih beli es nya?
Mama : Yaudah kamu minum es dulu, baru nanti minum obat. Kalau minum obatnya sebelum minum es mah sama aja.
Saya dan Mba Iis : .......... HAHAHAHAHAHAHAHAHA Mama yang dulu gak akan ngomong kayak gini (padahal kami juga tidak tahu pengertian dari mama yang sekarang)














Oh ini penyebab gw ga jadi ngirim duit ya us?
BalasHapusselamat ya sayang. *gw beneran sayang ko us*
gw pernah menang kuis dapet komik, udah.
kalo aja gw suka SUJU pasti gw iri, tapi gw sukanya Huaze Lei Us.
ahaha iya karena ini cin, maacim cayang. seandainya Huaze Lei dateng, lo mau beli tiket meet and greetnya ga?
BalasHapusseandainya Huaze Lei dateng pasti gw ga akan beli tiketnya, mengagumi dari jauh udah cukup us.
BalasHapusLagian hati gw emang udah terpaut us, mau jauh atau deket bakal sama aja.
semoga huaze lei mau main ke Jatinangor, amin. -.-
BalasHapus