Kamis, Maret 31, 2011

Us, kerudungnya mana?

Sebenarnya sudah banyak yang menanyakan hal ini kepada saya, awalnya saya menjawabnya dengan alasan yang sebenar-benarnya
"Hehehe nggak, dari pertama make kerudung kan emang Uus udah bilang, masih belajar, pasti akan sering buka tutup."
Iya, itu memang alasan yang sebenarnya, saya tidak pernah dipaksa siapapun untuk menggunakan selembar kain yang menjadi kebanggan perempuan Islam itu, bahkan Ayah dan Ibu saya sekalipun tak pernah memaksa saya untuk menggunakannya.

Ada sebuah cerita, dulu, ketika saya masih mendatangi Sekolah Dasar setiap harinya, saya pernah menggunakan kerudung, dan itu bukanlah permintaan siapa-siapa. Mungkin itu karena Ibu dan kedua kakak perempuan saya menggunakan kerudung, dan saya pun tertarik untuk menggunakannya. Hal ini sempat terjadi saat saya kelas 2 SD dan mulai lagi di kelas 5 SD hingga saya memutuskan tidak akan menggunakannya ketika akan memasuki Sekolah Menengah Pertama. Baru-baru ini saya mengetahui dari salah seorang kakak perempuan saya, bahwa ketika itu, Ayah saya sangat senang. Dia senang karena saya menggunakan kerudung atas kemauan saya sendiri. Kedua kakak saya adalah lulusan Pesantren dan itulah awalnya mengapa mereka menggunakan kerudung.

Kini, saya pun berkeinginan untuk mencobanya lagi, belajar untuk menutup aurat saya. Pada beberapa bulan pertama, saya menjalaninya dengan cukup teratur, kemudian saya mulai melepaskannya jika sudah berada di dalam ruangan, tidak termasuk ketika kuliah. Semakin kemari, saya semakin sering melepaskannya, bahkan ketika sekarang saya sedang menulis cerita ini, saya sudah sekitar 3 minggu tidak menggunakannya kemanapun. Berbagai pertanyaan pun sudah terlontar, dari yang serius hingga yang bercanda, bahkan beberapa orang mengatakan agar saya sebaiknya tidak usah menggunakannya sekalian hingga saya tidak akan melepasnya lagi.
"Kerudungnya kemana us?"
"Kerudungnya ketinggalan yah?"
"Sudah lepas sekarang?"
"Heh! Kerudungnya mana? Ini anak"
"Kenapa dilepas kerudungnya?"
"Eh lo bukannya pake kerudung ya?"
Dan masih banyak lagi pertanyaan serupa yang terlontar, dan sekarang saya punya beberapa jawaban andalan
"Iya."
"Kan gw kerudung labil."
"Emang gak pake kok hari ini."
"Ada nih di tas."
Ya, memang benar, saya biasanya selalu membawa kerudung atau bergo saya di dalam tas, meskipun saya tidak menggunakannya, saya merasa nyaman jika dapat membawanya kemana-mana. Biasanya orang-orang akan tertawa dan berkomentar dengan candaan ringan. Hal tersebut sekarang sudah menjadi bagian dari keseharian saya, dan saya tidak pernah mengeluh, adalah hal yang wajar jika manusia memenuhi rasa penasarannya.

Ketika saya tidak menggunakan kerudung saya, saya memang biasa berpakaian sebagaimana layaknya saya berpakaian dulu, terkadang saya juga masih menggunakan celana pendek pada hari-hari yang santai, dan saya tidak merasa terganggu dengan berbagai macam komentar orang, jika memang mereka berkomentar.

Ah iya, sebelum ini saya pernah diberikan tulisan untuk dibaca oleh seorang teman saya, si penulis dunia dua. Judulnya Biarlah Saya tetap Menjadi Saya. Itu dia! Saya tidak perduli orang akan berkomentar apa, selama masih ada beberapa orang yang dapat menerima saya apa adanya, bahkan selama saya sendiri bisa menerima diri saya sendiri apa adanya, dan saya juga belum melewati batas normal.

Saya masih normal, normal menurut saya. Saya senang berkerudung, namun saya belum selalu memakainya. Keluarga saya menerima saya begini adanya, teman-teman dekat saya tahu alasan saya berbuat, Tuhan saya akan selalu menjadi yang pertama yang mengetahui keputusan dan alasan saya.

Itu cukup untuk saat ini.

3 komentar:

  1. Bingung juga gw mau komentar apa us.
    yang jelas mah gw suka lo apa adanya us, biarin aja orang mau ngomong apa.
    ada quote yang oke banget nih us :

    "Be who you are and say what you feel, because those who mind don't matter, and those who matter don't mind."
    — Dr. Seuss

    BalasHapus
  2. iyo i cin, ternyata cukup banyak yang baca postingan ini setelah gw share di fb, ternyata memang banyak yang masih penasaran dengan alasan di belakangnya.

    gw penasaran banget, who is Dr. Seuss by all means?

    BalasHapus
  3. Dr. Seuss setau gw adalah seorang penulis buku anak-anak dengan quote yang selalu bikin gw jadi percaya diri dengan apa adanya gw.

    BalasHapus

Please be kind and respectful.